LKPD 3.2.1
PERUBAHAN
SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT KOTA SUKABUMI
BAGIAN I
oleh : Edi Supriyanto Sudarmo, S.Pd. (Guru IPS pada SMPN 12 Kota Sukabumi)
A.
Pendahuluan
Setiap masyarakat manusia
selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, perubahan dapat berupa
perubahan yang tidak menarik atau kurang mencolok dan ada pula
perubahan-perubahan yang pengaruhnya
terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan yang lambat dan
cepat. Perubahan-perubahan hanya akan dapat
diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan
suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan
kehidupan masyarakat tersebut di waktu yang lampau. Seseorang yang tidak sempat
menelaah susunan dan kehidupan masyarakat pedesaan atau perkotaan di Indonesia, khususnya kota Sukabumi misalnya, akan berpendapat bahwa masyarakat tersebut statis, tidak maju dan
tidak berubah. Pernyataan demikian
didasarkan pada pandangan sepintas yang tentu saja kurang mendalam dan kurang
teliti. Karena tidak ada suatu masyarakat pun yang berhenti pada suatu titik
tertentu sepanjang waktu.
Perubahan-perubahan
masyarakat Kota Sukabumi dapat berupa nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola
perilaku organisasi organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan
dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya.
Dalam hal ini perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat sangat luas
bidangnya, tidak hanya di satu sektor namun hampir semua aspek kehidupan sosial
masyarakat. Hal ini terjadi karena pada semua lapisan masyarakat terdapat suatu
unsur aktivitas yang dikenal dengan dinamika sosial yang menyebabkan masyarakat
akan selalu bergerak untuk mencari atau mencapai kehidupan yang lebih baik.
Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat, banyak para sosiolog
modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan sosial dan
kebudayaan dalam masyarakat. Masalah tersebut menjadi lebih penting lagi dalam
hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh masyarakat pasca
Perang Dunia II dan Perang Dingin antara blok barat dan blok timur.
Para
sosiolog pernah mengadakan klarifikasi antara masyarakat-masyarakat statis dan
dinamis. Masyarakat yang statis dimaksudkan adalah masyarakat yang sedikit
sekali mengalami perubahan dan berjalan
lambat. Sedangkan masyarakat yang dinamis adalah masyarakat yang mengalami
berbagai perubahan dengan cepat. Jadi setiap masyarakat, pada suatu masa akan
dianggap sebagai masyarakat yang statis, sedangkan pada masyarakat lainnya
dianggap sebagai masyarakat dinamis. Perubahan-perubahan yang terjadi di
masyarakat dapat berarti yang mengarah pada kemajuan (progress) dan dapat pula
berarti mengarah pada kemunduran (regress) dari bidang-bidang kehidupan sosial
tertentu.
Perubahan-perubahan
yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan gejala yang normal.
Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat
adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang
terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang
berada jauh dari tempat tersebut. Perubahan dalam masyarakat telah ada sejak
zaman dahulu. Namun dewasa ini perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan
cepat, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya karena sering terjadi
secara konstan. Perubahan memang terikat oleh waktu dan tempat, akan tetapi
karena sifatnya yang berantai maka perubahan terlihat berlangsung terus, walau
diselingi oleh keadaan tertentu dari masyarakat yang mengadakan reorganisasi
unsur-unsur struktur masyarakat yang terkena perubahan.
B.
Hakikat
Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Kota Sukabumi
Yang menjadi pokok
pertanyaan setiap kali terjadi perubahan, baik itu perubahan sosial ataupun
perubahan budaya. Apakah setiap masyarakat mempunyai kecenderungan untuk
berubah atau kecenderungan untuk bertahan pada pola-pola kehidupan dari
unsur-unsur budaya lama? Kedua pertanyaan itu mengarah pada jawaban yang
kebenarannya masih bersifat abstrak, temporer atau berdasarkan situasi dan
kondisi masyarakat terkini. Menjawab kedua pertanyaan tersebut seperti menjawab
mana yang lebih dahulu telur ayam ataukah ayam? Namun satu hal yang menjadi
dasar bahwa masyarakat mempunyai kecenderungan untuk berubah daripada
kecenderungan untuk bertahan adalah pada hakikatnya tidak ada satu manusia pun
di dunia baik pria atau wanita, anak-anak atau orang tua, dan kaya atau miskin
yang mempunyai perasaan puas terhadap keadaan saat ini. Hal ini dikarenakan
manusia mempunyai jiwa, perasaan, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhan yang harus
dipenuhi selain akal pikiran tentu saja.
Perubahan sosial dan
budaya yang terjadi dewasa ini pada masyarakat Sukabumi, baik di perkotaan maupun di
pedesaan dilatarbelakangi oleh keinginan kuat untuk berubah. Mengapa hal ini
terjadi pada masyarakat? Perubahan-perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat
dan sifat dasar manusia yang selalu ingin berubah atau mengadakan perubahan.
Salah satu faktor mengapa manusia ingin berubah adalah kebosanan yang merupakan
penyebab dari perubahan. Manusia selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah
dicapainya. Ia selalu mencari sesuatu yang baru, bagaimana mengubah suatu keadaan
agar lebih baik. Manusia merupakan suatu makhluk yang selalu ingin berubah,
aktif, kreatif, inovatif, agresif, selalu berkembang, dan responsif terhadap
perubahan yang terjadi di masyarakat.
Perubahan sosial tidak
terlepas dari perubahan budaya karena mempunyai aspek yang sama, yaitu
berhubungan denga suatu penerimaan cara-cara baru atau perbaikan dalam cara
masyarakat memenuhi kebutuhannya. Banyak
alasan-alasannya atau yang menjadi latar belakang masyarakat mempunyai
kecenderungan untuk berubah. Yang
pertama, manusia selaku masyarakat berbudaya selalu menghadapi masalah baru
yang mengharuskan adanya pemikiran, usaha, dan peralatan baru untuk
memecahkannya. Contohnya, semakin mampu suatu masyarakat untuk membeli
kendaraan pribadi, semakin banyak pula permasalahan baru yang menuntut
pemecahannya. Di antaranya adalah penanggulangan kepadatan dan kemacetan lalu
lintas jalan raya, penanggulangan polusi udara oleh asap kendaraan bermotor,
dan penyediaan parkir kendaraan bermotor. Oleh karena itu dapat dikatakan
proses perubahan masyarakat tidak akan ada akhirnya, sepanjang masyarakat itu
masih ada. Kedua, ketergantungan pada
hubungan antarwarga pewaris budaya, tidak semua orang dalam masyarakat
mempunyai pandangan dan sikap yang sama tentang kebudayaan mereka sendiri.
Misalnya di kalangan masyarakat yang bersandar pada sistem budaya agama
tertentu, tidak jarang bermunculan para pembaharu yang membawa perubahan,
seperti adanya gerakan protestantisme dalam kalangan pemeluk agama Kristen atau
adanya gerakan wahabi dalam agama Islam. Ketiga,
lingkungan yang berubah. Lingkungan tempat suatu masyarakat hidup juga
berubah secara konstan sebagai akibat perilaku manusia. Contohnya, bencana
tsunami yang melanda Provinsi Aceh yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan
siprastruktur kehidupan masyarakat Aceh yang sudaah mapan. Kejadian selanjutnya
banyak warga Aceh yang masih hidup dievakuasi ke daerah-daerah yang bahkan
masih asing atau daerah yang tidak mereka kehendaki. Pola adaptasi para korban
tsunami ini berbeda-beda, baik anak-anak, orang tua, pria ataupun wanita. Bagi
mereka yang siap dengan perubahan lingkungan, pola adaptasi mereka akan
mengarah ke hal-hal yang bersifat positif dan tidak sedikit yang melebur ke
dalam budaya masyarakat setempat. Akan tetapi bagi mereka yang tidak siap
dengan perubahan lingkungan akan menyikapinya dengan pola adaptasi yang
cenderung negatis, seperti tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat
setempat, tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa dan budaya setempat, ataupun
tidak bisa berperilaku dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan sehari-hari masyarakat
setempat.
Dari sini terlihat bahwa dinamika perubahan sosial dan perubahan budaya akan terus berlangsung sepanjang waktu. Manusia atau sekelompok masyarakat tidak akan dapat menghentikan keinginan manusia untuk berubah. Direncanakan atau tidak, besar atau kecil, maupun cepat atau lambat pada akhirnya manusia akan menerima perubahan yang terjadi pada dirinya dan masyarakatnya. (to be continued/bersambung................)
Setelah membaca artikel di atas dan memperhatika gambar-gambar tersebut di atas, berikanlah resume atau kesimpulan terhadap hal-hal tersebut di atas! Resume atau kesimpulan terdiri atas minimal 3 paragraf (pembukaan,inti, dan penutup/kesimpulan) dan minimal 500 kata!

