Rabu, 13 Oktober 2021

 

LKPD 3.2.1 

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA PADA MASYARAKAT KOTA SUKABUMI

BAGIAN I

oleh : Edi Supriyanto Sudarmo, S.Pd. (Guru IPS pada SMPN 12 Kota Sukabumi)


A.    Pendahuluan

Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik atau kurang mencolok dan ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya  terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan yang lambat dan cepat. Perubahan-perubahan hanya akan dapat  diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut di waktu yang lampau. Seseorang yang tidak sempat menelaah susunan dan kehidupan masyarakat pedesaan atau perkotaan di Indonesia, khususnya kota Sukabumi misalnya, akan berpendapat bahwa masyarakat tersebut statis, tidak maju dan tidak berubah. Pernyataan demikian didasarkan pada pandangan sepintas yang tentu saja kurang mendalam dan kurang teliti. Karena tidak ada suatu masyarakat pun yang berhenti pada suatu titik tertentu sepanjang waktu.

Perubahan-perubahan masyarakat Kota Sukabumi dapat berupa nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya. Dalam hal ini perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat sangat luas bidangnya, tidak hanya di satu sektor namun hampir semua aspek kehidupan sosial masyarakat. Hal ini terjadi karena pada semua lapisan masyarakat terdapat suatu unsur aktivitas yang dikenal dengan dinamika sosial yang menyebabkan masyarakat akan selalu bergerak untuk mencari atau mencapai kehidupan yang lebih baik. Dengan diakuinya dinamika sebagai inti jiwa masyarakat, banyak para sosiolog modern yang mencurahkan perhatiannya pada masalah-masalah perubahan sosial dan kebudayaan dalam masyarakat. Masalah tersebut menjadi lebih penting lagi dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh masyarakat pasca Perang Dunia II dan Perang Dingin antara blok barat dan blok timur.

Para sosiolog pernah mengadakan klarifikasi antara masyarakat-masyarakat statis dan dinamis. Masyarakat yang statis dimaksudkan adalah masyarakat yang sedikit sekali  mengalami perubahan dan berjalan lambat. Sedangkan masyarakat yang dinamis adalah masyarakat yang mengalami berbagai perubahan dengan cepat. Jadi setiap masyarakat, pada suatu masa akan dianggap sebagai masyarakat yang statis, sedangkan pada masyarakat lainnya dianggap sebagai masyarakat dinamis. Perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat dapat berarti yang mengarah pada kemajuan (progress) dan dapat pula berarti mengarah pada kemunduran (regress) dari bidang-bidang kehidupan sosial tertentu.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut. Perubahan dalam masyarakat telah ada sejak zaman dahulu. Namun dewasa ini perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan cepat, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya karena sering terjadi secara konstan. Perubahan memang terikat oleh waktu dan tempat, akan tetapi karena sifatnya yang berantai maka perubahan terlihat berlangsung terus, walau diselingi oleh keadaan tertentu dari masyarakat yang mengadakan reorganisasi unsur-unsur struktur masyarakat yang terkena perubahan.

 

B.     Hakikat Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Kota Sukabumi

Yang menjadi pokok pertanyaan setiap kali terjadi perubahan, baik itu perubahan sosial ataupun perubahan budaya. Apakah setiap masyarakat mempunyai kecenderungan untuk berubah atau kecenderungan untuk bertahan pada pola-pola kehidupan dari unsur-unsur budaya lama? Kedua pertanyaan itu mengarah pada jawaban yang kebenarannya masih bersifat abstrak, temporer atau berdasarkan situasi dan kondisi masyarakat terkini. Menjawab kedua pertanyaan tersebut seperti menjawab mana yang lebih dahulu telur ayam ataukah ayam? Namun satu hal yang menjadi dasar bahwa masyarakat mempunyai kecenderungan untuk berubah daripada kecenderungan untuk bertahan adalah pada hakikatnya tidak ada satu manusia pun di dunia baik pria atau wanita, anak-anak atau orang tua, dan kaya atau miskin yang mempunyai perasaan puas terhadap keadaan saat ini. Hal ini dikarenakan manusia mempunyai jiwa, perasaan, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi selain akal pikiran tentu saja.

Perubahan sosial dan budaya yang terjadi dewasa ini pada masyarakat Sukabumi, baik di perkotaan maupun di pedesaan dilatarbelakangi oleh keinginan kuat untuk berubah. Mengapa hal ini terjadi pada masyarakat? Perubahan-perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin berubah atau mengadakan perubahan. Salah satu faktor mengapa manusia ingin berubah adalah kebosanan yang merupakan penyebab dari perubahan. Manusia selalu merasa tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Ia selalu mencari sesuatu yang baru, bagaimana mengubah suatu keadaan agar lebih baik. Manusia merupakan suatu makhluk yang selalu ingin berubah, aktif, kreatif, inovatif, agresif, selalu berkembang, dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat.

Perubahan sosial tidak terlepas dari perubahan budaya karena mempunyai aspek yang sama, yaitu berhubungan denga suatu penerimaan cara-cara baru atau perbaikan dalam cara masyarakat memenuhi kebutuhannya. Banyak alasan-alasannya atau yang menjadi latar belakang masyarakat mempunyai kecenderungan untuk berubah. Yang pertama, manusia selaku masyarakat berbudaya selalu menghadapi masalah baru yang mengharuskan adanya pemikiran, usaha, dan peralatan baru untuk memecahkannya. Contohnya, semakin mampu suatu masyarakat untuk membeli kendaraan pribadi, semakin banyak pula permasalahan baru yang menuntut pemecahannya. Di antaranya adalah penanggulangan kepadatan dan kemacetan lalu lintas jalan raya, penanggulangan polusi udara oleh asap kendaraan bermotor, dan penyediaan parkir kendaraan bermotor. Oleh karena itu dapat dikatakan proses perubahan masyarakat tidak akan ada akhirnya, sepanjang masyarakat itu masih ada. Kedua, ketergantungan pada hubungan antarwarga pewaris budaya, tidak semua orang dalam masyarakat mempunyai pandangan dan sikap yang sama tentang kebudayaan mereka sendiri. Misalnya di kalangan masyarakat yang bersandar pada sistem budaya agama tertentu, tidak jarang bermunculan para pembaharu yang membawa perubahan, seperti adanya gerakan protestantisme dalam kalangan pemeluk agama Kristen atau adanya gerakan wahabi dalam agama Islam. Ketiga, lingkungan yang berubah. Lingkungan tempat suatu masyarakat hidup juga berubah secara konstan sebagai akibat perilaku manusia. Contohnya, bencana tsunami yang melanda Provinsi Aceh yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan siprastruktur kehidupan masyarakat Aceh yang sudaah mapan. Kejadian selanjutnya banyak warga Aceh yang masih hidup dievakuasi ke daerah-daerah yang bahkan masih asing atau daerah yang tidak mereka kehendaki. Pola adaptasi para korban tsunami ini berbeda-beda, baik anak-anak, orang tua, pria ataupun wanita. Bagi mereka yang siap dengan perubahan lingkungan, pola adaptasi mereka akan mengarah ke hal-hal yang bersifat positif dan tidak sedikit yang melebur ke dalam budaya masyarakat setempat. Akan tetapi bagi mereka yang tidak siap dengan perubahan lingkungan akan menyikapinya dengan pola adaptasi yang cenderung negatis, seperti tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat setempat, tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa dan budaya setempat, ataupun tidak bisa berperilaku dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan sehari-hari masyarakat setempat.

Dari sini terlihat bahwa dinamika perubahan sosial dan perubahan budaya akan terus berlangsung sepanjang waktu. Manusia atau sekelompok masyarakat tidak akan dapat menghentikan keinginan manusia untuk berubah. Direncanakan atau tidak, besar atau kecil, maupun cepat atau lambat pada akhirnya manusia akan menerima perubahan yang terjadi pada dirinya dan masyarakatnya. (to be continued/bersambung................)








Setelah membaca artikel di atas dan memperhatika gambar-gambar tersebut di atas, berikanlah resume atau kesimpulan terhadap hal-hal tersebut di atas! Resume atau kesimpulan terdiri atas minimal 3 paragraf (pembukaan,inti, dan penutup/kesimpulan) dan minimal 500 kata!



9 komentar:

  1. Kita harus menjaga lingkungan dan agar tida kotor dan perubaha sosial tidak terjadi dewasa ini pada masyarakat sukabumi banyak alasa-alasanya atow yang terjadidari sini terlihat bahwa dinamika perubaha sosial dan perubahan budaya akan terus berangsung sepanjang waktu

    BalasHapus
  2. Kesimpulan saya setelah melihat gambar gambar di atas yaitu terdapat 3 buah gambar.
    Pada gambar pertama kita bisa melihat ada sungai pembuangan dan rumah rumah warga dan kita bisa melihat bagaimana lingkungan sekitar nya, sangat kotor sekali akan tetapi warga disana sudah terbiasa dengan keadaan itu maka dari itu mereka semua tidak risau.
    Pada gambar kedua terdapat ladang padi atau yang sering kita sebut sawah disana terdapat petani yang sedang memanen hasil padi tersebut.
    Sedangkan pada gambar ketiga, terdapat kota besar yang menunjukan banyak sekali gedung pencakar langit gedung gedung disana terlihat sangat tinggi nan mewah akan tetapi banyak rumah penduduk yang tidak dapat dikondisikan.

    Kesimpulan saya setelah melihat semua gambar yaitu pada poto pertama kita harus bisa menjaga lingkungan sekitar agar tidak terbiasa dengan lingkungan yang tidak bersih, pada poto kedua kita bisa melihat banyak sekali kekayaan alam yang terdapat di indonesia termasuk padi, dan pasa gambar ketiga kita bisa simpulkan bahwa banyak sekali lahan lahan yang termakan banyak oleh gedung gedung tinggi sehingga rumah warga tidak beraturan.

    Itu saja yang saya simpulkan dan dinamika atau perubahan budaya akan berangsur angsur berjalan dan merubah pandangan hidup masyarakat.

    BalasHapus
  3. Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik atau kurang mencolok dan ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan yang lambat dan cepat. Perubahan-perubahan hanya akan dapat diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut di waktu yang lampau. Seseorang yang tidak sempat menelaah susunan dan kehidupan masyarakat pedesaan atau perkotaan di Indonesia, khususnya kota Sukabumi misalnya, akan berpendapat bahwa masyarakat tersebut statis, tidak maju dan tidak berubah. Pernyataan demikian didasarkan pada pandangan sepintas yang tentu saja kurang mendalam dan kurang teliti. Karena tidak ada suatu masyarakat pun yang berhenti pada suatu titik tertentu sepanjang waktu.

    BalasHapus
  4. Sebagai warga negara selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik atau kurang mencolok dan ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan yang lambat dan cepat. Perubahan sosial tidak terlepas dari perubahan budaya karena mempunyai aspek yang sama, yaitu berhubungan denga suatu penerimaan cara-cara baru atau perbaikan dalam cara masyarakat memenuhi kebutuhannya.Lingkungan tempat suatu masyarakat hidup juga berubah secara konstan sebagai akibat perilaku manusia.Dari sini terlihat bahwa dinamika perubahan sosial dan perubahan budaya akan terus berlangsung sepanjang waktu,manusia atau sekelompok masyarakat tidak akan dapat menghentikan keinginan manusia untuk berubah.

    BalasHapus
  5. Setiap manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik atau kurang mencolok dan ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan yang lambat dan cepat. Perubahan-perubahan hanya akan dapat diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut di waktu yang lampau. Seseorang yang tidak sempat menelaah susunan dan kehidupan masyarakat pedesaan atau perkotaan di Indonesia, khususnya kota Sukabumi misalnya, akan berpendapat bahwa masyarakat tersebut statis, tidak maju dan tidak berubah. Pernyataan demikian didasarkan pada pandangan sepintas yang tentu saja kurang mendalam dan kurang teliti. Karena tidak ada suatu masyarakat pun yang berhenti pada suatu titik tertentu sepanjang waktu.

    BalasHapus
  6. Kesimpulan saya meliha Poto yang pertama kita harus membuang sampah pada tempatnya nya danpoto yang ke tiga kita harus memperbanyak pohon supaya udara segar

    BalasHapus

  7. Kita harus menjaga lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan agar tidak kotor dan lingkungan kita nyaman dan juga perubahan sosial tidak terjadi seperti ini pada masyarakat sukabumi banyak alasan-alasanya atau yang terjadi dari sini terlihat dengan jelas bahwa dinamika perubaha sosial dan perubahan budaya akan terus
    berlangsung seperti ini sepanjang waktu .

    BalasHapus
  8. Kita harus menjaga lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan agar tidak kotor dan lingkungan kita nyaman dan juga perubahan sosial tidak terjadi seperti ini pada masyarakat sukabumi banyak alasan-alasanya atau yang terjadi dari sini terlihat dengan jelas bahwa dinamika perubaha sosial dan perubahan budaya akan terus
    berlangsung seperti ini sepanjang waktu

    BalasHapus